Selasa, 21 November 2017

Gus Maskun penerus singa podium banyumas Almaghfurlah KH Musalim Ridlo


"Kiai Musalim ridlo adalah sosok yang sangat konsisten dalam memperjuangkan dan membela NU"

Dalam catatan sejarah Nahdlatul Ulama di Banyumas, ada nama besar KH Musalim Ridlo, beliau pernah menjabat sebagai Ketua PCNU Banyumas selama 3 periode.

Dalam pendidikan beliau merupakan perintis Yayasan Perguruan Al-Hidayah bersama KH. Muslich, KH Samingun dan sejumlah ulama lainnya.

Dalam aktivitas dakwahnya beliau sangat konsisten dengan dialek Banyumasan. Dalam konteks ini, Kiai Musallim adalah sosok ulama moderat-visioner yang layak menyandang gelar Pelestari Dialek Ngapak.

KHA Musallim Ridlo telah berpulang ke hadirat Allah, Kamis (1/5-2014). Jenazah almarhum dikebumikan di komplek Pondok Pesantren Al-Masruriyah Desa Kebumen, Kecamatan Baturraden. Dari pernikahannya dengan Nyai Solihah, beliau dikaruniai lima orang putra: M Ibnu Ridlo, Niswati Amanah, M Aman Ridlo, HM Maskun Ridlo, dan M Hanif Ridlo.

Kini dakwah beliau di Pesantren Al-Masruriyah dilanjutkan HM Maskun Ridlo alias Gus Maskun.


Foto Gus Maskun Kebumen Baturraden
Foto Gus Maskun Kebumen Baturraden


Perkembangan pesantren dan pendidikan Al Masruriyah berkembang pesat dibawah asuhan Gus Maskun. Kyai Muda yang menjadi rujukan berbagai macam disiplin ilmu.

Di kalangan generasi muda kecamatan Baturraden beliau sangat dikenal dan menjadi panutan.


bersambung

Read More

Senin, 20 November 2017

Abah Qoming Banyumas


Syukron Abdul Muhaimin lahir pada tanggal 13 september 1968. Besar di lingkungan pesantren yang menjunjung tinggi ilmu keagamaan dan sosial. ada ribuan santri yang ikut belajar di pesantrennya.

Di Banyumas beliau dikenal dengan Abah Qoming. rumahnya di pakunden sebelah barat jembatan kaligawe. 

Setiap pagi aktifitasnya ke pasar bersama istri tercinta, belanja kebutuhan dapur karena membuka usaha warung makan di pagi hari. 

Pekerjaan Abah Qoming adalah membuka berbagai macam jenis jasa, diantara usaha unggulannya adalah servis jok. selain jasa-jasa lainnya yang sangat banyak, bahkan juga ada jasa konsultasi. iya konsultasi apa saja terkait dengan permasalahan hidup. 

Foto Abah Qoming
Foto Abah Qoming


Membaca baginya adakah kebutuhan, seperti halnya makan. bacaanya di dominiasi tentang buku-buku dan kitab Filsafat. 

Abah Qoming bisa dihubungi di akun facebooknya Abah Qoming atau nomer 0838-3903-2353


Read More

Sabtu, 18 November 2017

Simbah Chalwani Berjan Purworejo


Kiai Haji Achmad Chalwani (lahir di Purworejo, 19 Desember 1954) adalah pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi, Berjan, Gebang, Purworejo dan mursyid dari Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah. Ia pernah duduk sebagai anggota DPD mewakili provinsi Jawa Tengah 

saat ini beliau juga menjadi Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah 

cara berdakwahnya bisa diterima dengan mudah oleh masyarakat, beliau lebih dari 11 ribu kali mendatangi tempat-tempat pengajian. 

Bagi beliau, kalau memang di undang untuk berdakwah dimanapun itu beliau akan berangkat selagi sehata dan tiada halangan suatu apapun.

"Prinsip saya, siapa pun dan di mana pun, kalau mengundang saya berdakwah untuk syiar Islam, asal badan sehat, pasti saya datangi. Saya tak pernah membeda-bedakan antara pejabat, konglomerat, dan rakyat," paparnya 

Foto KH Achmad Chalwani Berjan Purworejo
Foto KH Achmad Chalwani Berjan Purworejo


semoga beliau mbah Chalwani di berikan umur panjag dan senantiasa memberikan penerang hati kita semua... aaamiin.. 

#JepretanBlakasuta
Read More

Jumat, 17 November 2017

Lirik sholawat Ya Lal Wathon - Habib Bidin Az Zahir


Syiir Ya Lal Wathon

Ya Lal Wathon.. 3x
Hubbul Wathon minal Iman
Wala Takun minal Hirman
Inhadlu Alal Wathon
(2 X)

Indonesia Biladi Anta ‘Unwanul Fakhoma..
(Kullu May Ya’tika Yauma Thomihay Yalqo Himama.. 2x)

Pusaka Hati Wahai Tanah Airku
Cintamu dalam Imanku
Jangan Halangkan Nasibmu
Bangkitlah Hai Bangsaku

Pusaka Hati Wahai Tanah Airku
Cintaku dalam Imanku
Jangan Halangkan Nasibmu
Bangkitlah Hai Bangsaku

Indonesia Negriku
Engkau Panji Martabatku
Siapa Datang Mengancammu
Kan Binasa di bawah dulimu

Tonton Videonya berikut ini


Read More

Kamis, 16 November 2017

Gus Luqman Sang Kiai Muda dan Pengusaha


Kiai Mohammad Luqman Al Fasiri adalah kiai muda yang berasal dari pasir wetan, tepatnya dari Pesantren Nurul Iman. Putra KH Tohirin yang memiliki banyak usaha baik bidang perdagangan, kuliner maupun bisnis kreatif.

Pemuda kelahiran 9 Januari 1987 ini aktif di berbagai kegiatan organisasi masyarakat. baginya "Nahdlatul Ulama adalah rumah besar yang wajib kita jaga dan miliki, iya rasa memiliki yang akan menjadikan kita yakin dalam berkhidmah dan berjuang di NU" 

Walaupun hidup dalam lingkungan pesantren, namun juga tidak membatasinya untuk belajar di tempat pendidikan yang terbaik. Gus Luqman muda lulus dari SMP Negeri 2 Purwokerto kemudian melanjutkan di SMA Negeri 1 Purwokerto. Memperdalam ilmu di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) pada tahun 2005. 

Sejak di usia muda, Gus Luqman terbiasa mengisi pengajian-pengajian, bahkan tidak jarang menggantikan Ayahnya atau mbadali Abah. 
Foto Gus Luqman Nurul Iman Pasir


Saat ini Gus Luqman aktif di MWC NU Karanglewas, GP Ansor Karanglewas dan menjadi motor kader penggerak. 

"Bukan Karena harta yang membuat kebahagiaan, Bukan karena uang pula yang memberi kehebatan, tapi kebersamaanlah yang membuat kita hidup dalam kebahagiaan dan kehebatan"
Read More

Rabu, 15 November 2017

Kiai Mruyung Faisal Riza


Banyumas - Haji Faisal Riza, M.Si lahir di Banjarmasin pada tanggal 31 Mei. Saat ini tinggal di Jalan Mruyung Desa Sudagaran Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas. aktif di berbagai kegiatan sosial keagamaan. 

Bekerja di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas sebagai koordinator penyuluh. Memegang 2 wilayah yaitu Kecamatan Purwokerto Utara dan Purwokerto Timur. 

Dalam kegiatan sosial Ji Faisal cukup aktif di masyarakat, bahkan untuk kedua kalinya dia dipercaya untuk mengurusi ajang Pilgub dan Pilkada di Kecamatan Banyumas sebagai PPK. 

Beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah MWC NU Banyumas, yaitu Organisasi yang mewadahi warga nahdliyin sekecamatan Banyumas. 

Jiwa mudanya juga mengantarkan beliau menjadi Wakil Ketua PC GP Ansor Banyumas, dan pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Banyumas. 

Dalam forum diskusi, seminar dan pelatihan Kajine biasa mengisi materi tentang Keagamaan, Penyuluhan Bahaya Narkoba, dan menguasai materi khusus Ke-Ansoran. 

Kiai muda dari Banyumas ini juga memiliki banyak prestasi, sosok yang menjadi inspirasi pemuda dalam beraktifitas, bekhidmah dalam organisasi kepemudaan. Bahkan dia juga menjadi pembina organisasi pelajar yaitu PC IPNU Banyumas. 

Bagi anda yang mau menghubungi Kiai Mruyung menjadi pembicara bisa langsung menghubungi Beliau melalui Facebooknya : di Akun Faisal Riza

Kami juga menyediakan Foto Haji Faisal Riza dalam format png yang mudah digunakan untuk kepentingan desain. 

H. Faisal Riza (PC GP Ansor Banyumas)



Data Profil ini belum lengkap apabila anda berkenan untuk melengkapinya, silahkan isi komentar dibawah ini atau langsung japri admin. terima kasih.

Read More

Selasa, 14 November 2017

Profil Biodata Habib Luthfi Bin Yahya


Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya (lahir di Kota Pekalongan, 10 November 1947; umur 70 tahun, tanggal lahirnya bertepatan dengan 27 Rajab 1367 H) adalah pendakwah (syekh) kelahiran Kota Pekalongan berkebangsaan Indonesia. Selain menjadi pendakwah, Habib Luthfi juga menjadi ketua MUI Jawa Tengah dan Ra’is ‘Am jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah.

Foto Maulana Habib Luthi Pekalongan

Pendidikan pertama Maulana Habib Luthfi diterima dari ayah al Habib al Hafidz ‘Ali al Ghalib. Selanjutnya ia belajar di Madrasah Salafiah. Guru-gurunya di Madrasah itu di antaranya:

- Al Alim al ‘Alamah Sayid Ahmad bin ‘Ali bin Al Alamah al Qutb As Sayid ‘Ahmad bin Abdullah bin Thalib al Athas
- Sayid al Habib al ‘Alim Husain bin Sayid Hasyim bin Sayid Umar bin Sayid Thaha bin Yahya (pamannya sendiri)
- Sayid al ‘Alim Abu Bakar bin Abdullah bin ‘Alawi bin Abdullah bin Muhammad al ‘Athas Bâ ‘Alawi
- Sayid ‘Al Alim Muhammad bin Husain bin Ahmad bin Abdullah bin Thalib al ‘Athas Bâ ‘Alawi.
Muhammad Luthfi bin Yahya belajar di madrasah tersebut selama tiga tahun.

Selanjutnya pada tahun 1959 M, ia melanjutkan studinya ke pondok pesantren Benda Kerep, Cirebon. Kemudian Indramayu, Purwokerto dan Tegal. Setelah itu melanjutkan ke Mekah, Madinah dan di negara-negara lainnya. Ia menerima ilmu syari’ah, thariqah dan tasawuf dari para ulama-ulama besar, wali-wali Allah yang utama, guru-guru yang penguasaan ilmunya tidak diragukan lagi.
Foto Habib Luthfi Bin Yahya Pekalongan Rois Am Jatman
Foto Habib Luthfi Bin Yahya Pekalongan Rois Am Jatman

Dari guru-guru tersebut ia mendapat ijazah Khas (khusus), dan juga ‘Am (umum) dalam Da’wah dan nasyru syari’ah (menyebarkan syari’ah), thariqah, tashawuf, kitab-kitab hadits, tafsir, sanad, riwayat, dirayat, nahwu, kitab-kitab tauhid, tashwuf, bacaan-bacaan aurad, hizib-hizib, kitab-kitab shalawat, kitab thariqah, sanad-sanadnya, nasab, kitab-kitab kedokteran. Dan ia juga mendapat ijazah untuk membai’at.

Foto Beliau saat menghadiri khaul Sayyidatina Fatimatuz zahro di Pondok Bani Malik Kedungparuk Purwokerto (18/07-2017)
Read More